Gaji UMR / UMK 19 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat (Update 2026)

Informasi kisaran gaji UMR UMK untuk semua kota dan kabupaten di area provinsi Sumatera Barat.

Kalau kamu berencana merantau atau mencari kerja di Ranah Minang (Sumatera Barat), kamu akan menemukan sistem penggajian yang sangat unik dan berbeda drastis dibandingkan provinsi tetangganya seperti Riau atau Sumatera Utara. Di sini, kamu tidak akan menemukan ketimpangan gaji yang mencolok antara ibukota dan daerah pelosok.

Sumatera Barat ini punya keunikan yang sangat langka dan menjadi plot twist buat pencari kerja. Beda dengan provinsi tetangganya (Riau dan Sumut) yang gajinya jomplang antara daerah tambang dan pedesaan, Sumbar justru menerapkan sistem "pukul rata".

Sumatera Barat dikenal dengan kultur masyarakatnya yang sangat kuat di sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM, ketimbang industri manufaktur padat modal. Hal ini membuat kebijakan pengupahan di provinsi ini sangat seragam. Biar kamu tidak bingung saat negosiasi gaji, berikut adalah daftar lengkap Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk 19 daerah di Sumatera Barat pembaruan tahun 2026.

Gaji UMR / UMK Sumatera Barat 2026 (Urut Berdasarkan Wilayah)

No Kota / Kabupaten Besaran UMK 2026
1Kota PadangRp 2.930.000
2Kota BukittinggiRp 2.930.000
3Kota PayakumbuhRp 2.930.000
4Kota PariamanRp 2.930.000
5Kota SolokRp 2.930.000
6Kota SawahluntoRp 2.930.000
7Kota Padang PanjangRp 2.930.000
8Kabupaten AgamRp 2.930.000
9Kabupaten PasamanRp 2.930.000
10Kabupaten Pasaman BaratRp 2.930.000
11Kabupaten Lima Puluh KotaRp 2.930.000
12Kabupaten Padang PariamanRp 2.930.000
13Kabupaten Tanah DatarRp 2.930.000
14Kabupaten Pesisir SelatanRp 2.930.000
15Kabupaten SolokRp 2.930.000
16Kabupaten Solok SelatanRp 2.930.000
17Kabupaten SijunjungRp 2.930.000
18Kabupaten DharmasrayaRp 2.930.000
19Kabupaten Kepulauan MentawaiRp 2.930.000

Kenapa Seluruh Daerah di Sumbar Angka Gajinya Sama Persis?

Kaget melihat tabel di atas? Wajar saja. Dari Kota Padang yang metropolitan hingga Kepulauan Mentawai yang terluar, angka gajinya dipatok sama persis di angka Rp 2.930.000. Ini alasan utamanya:

  • Tidak Ada Dewan Pengupahan Daerah: Mayoritas kabupaten dan kota di Sumatera Barat tidak membentuk dewan pengupahan sendiri. Akibatnya, seluruh wilayah sepakat untuk menggunakan satu standar batas bawah, yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Barat.
  • Minimnya Industri Berat: Sumbar tidak memiliki mega-kawasan industri otomotif, peleburan logam, atau elektronik layaknya Batam, Karawang, atau Medan. Tulang punggung ekonomi di sini adalah UMKM (seperti kuliner, konveksi, perdagangan) dan pariwisata. Menetapkan UMK yang terlalu tinggi di tingkat kabupaten justru berisiko membuat pengusaha lokal gulung tikar.

Pertanyaan Umum Gaji UMR / UMK Sumatera Barat (FAQ)

1. Apakah gaji 2,9 juta cukup untuk hidup di Kota Padang atau Bukittinggi?
Cukup banget! Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Sumatera Barat termasuk salah satu yang paling masuk akal di Sumatera. Harga bahan makanan pokok sangat melimpah dari hasil bumi sendiri (sayur, ikan, beras), dan biaya kos-kosan di pusat kota pun masih sangat bersahabat untuk ukuran pekerja lajang.

2. Bagaimana dengan daerah perkebunan sawit di Pasaman Barat atau Dharmasraya?
Untuk perusahaan berskala besar seperti perkebunan kelapa sawit di Dharmasraya dan Pasaman Barat, standar gaji pokok dasar tetap mengikuti UMP (Rp 2.930.000). Namun, karena ini adalah korporasi besar, karyawan biasanya mendapat tambahan tunjangan operasional, fasilitas mess, hingga premi kehadiran yang membuat Take Home Pay (THP) menembus angka 3 hingga 4 jutaan.

3. Saya kerja jaga toko di Bukittinggi, kok gajinya di bawah 2,9 juta?
Pemerintah memiliki pengecualian bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tradisional. Usaha seperti toko baju, warung makan, atau ritel rumahan tidak diwajibkan membayar setara UMP/UMK jika omzet atau modalnya belum memenuhi ambang batas perusahaan skala besar. Gaji untuk sektor ini biasanya ditentukan berdasarkan kesepakatan langsung antara pemilik dan pekerja.